
Harga Minyak Stabil di $73 Jelang Hasil Pertemuan di Doha
Harga Minyak bergerak naik tipis hari ini Selasa (30/06) setelah tekanan muncul arus pengiriman melalui Selat Hormuz mulai pulih lebih cepat, seiring kemajuan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Brent untuk kontrak September diperdagangkan di atas US$73 per barel, sementara kontrak bulan terdepan sudah turun hampir sepertiga sepanjang kuartal ini. Penurunan tersebut menjadi yang terdalam sejak 2020. Di sisi lain, West Texas Intermediate atau WTI bergerak di sekitar US$70 per barel.
Morgan Stanley memperingatkan adanya risiko kelebihan pasokan atau glut di Pasar Minyak. Bank tersebut memangkas proyeksi harga untuk kuartal berikutnya dan menilai Pasar bisa kembali ke kondisi pasokan berlebih jika arus Minyak melalui Selat Hormuz pulih sekitar 65% dari level sebelum konflik.
Selat Hormuz tetap menjadi perhatian utama Pasar. Morgan Stanley mencatat ada 35 kapal tanker Minyak dan gas yang keluar dari Teluk Persia melalui jalur tersebut pada Kamis. Angka ini kembali mendekati kisaran normal sebelum konflik dimulai pada Februari, meski lalu lintas sempat melambat pada akhir pekan akibat eskalasi baru dan serangan Iran terhadap kapal.
Sementara itu, arah negosiasi AS-Iran masih belum sepenuhnya jelas. Washington mengatakan pembicaraan akan dimulai pada Selasa di Doha, tetapi Iran menyatakan hanya akan mengirim delegasi ahli dan menolak negosiasi langsung. Pada pukul 13.00 waktu Singapura, Brent September turun 0,7% ke US$73,39 per barel, sementara WTI Agustus melemah 0,8% ke US$70,22 per barel.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id
Analisis Komprehensif Pasar Minyak
Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.
Faktor Penentu Harga Minyak
- Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
- Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
- Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
- Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam Analisis Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
analisis teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.
