
Brent Naik Tajam, Hati-hati ini Arah Selanjutmya!
Harga Minyak naik tajam setelah Presiden AS Donald Trump menolak respons terbaru Iran atas proposal penghentian perang, sehingga gangguan di Selat Hormuz berlanjut dan pasokan energi global tetap ketat.
Brent sempat menguat hingga 3,5% ke US$104,80/barel, sementara WTI naik mendekati US$99. Pada 07.45 waktu Singapura, Brent untuk penyelesaian Juli naik 3,1% ke US$104,39, dan WTI untuk pengiriman Juni naik 3,1% ke US$98,35.
Gangguan pengiriman lewat Hormuz sejak akhir Februari membatasi arus Minyak, gas, dan bahan bakar, mendorong harga energi dan memicu kekhawatiran inflasi. Ketegangan juga dinilai masih rapuh setelah insiden serangan drone yang sempat membakar kapal kargo di lepas Qatar, sementara UEA dan Kuwait mengaku mencegat drone.
Dari sisi ekspektasi Pasar, Saudi Aramco menyebut normalisasi Pasar baru berpotensi terjadi pada 2027 jika pembatasan pengiriman berlanjut lebih dari beberapa minggu lagi, meski perusahaan sudah mengalihkan sebagian arus melalui pelabuhan Yanbu. Survei Goldman Sachs juga menunjukkan mayoritas responden memperkirakan gangguan arus di Hormuz melampaui akhir Juni, dengan total arus masih jauh di bawah level sebelum perang meski ada sebagian tanker berhasil keluar.
Indikator Pasar fisik menguat: volume transaksi kontrak Brent Juli melonjak di awal sesi, dan prompt spread melebar dengan selisih sekitar US$4/barel dalam backwardation, mencerminkan kondisi pasokan yang ketat. Pasar juga mencermati perkembangan geopolitik, termasuk pernyataan PM Israel bahwa konflik “belum selesai” serta agenda pertemuan Trump–Xi yang berpotensi menekan isu dukungan China terhadap Iran.
5 inti poin:
– Minyak melonjak setelah Trump menolak respons Iran, memperpanjang gangguan Hormuz.
– Brent naik hingga 3,5% (sekitar US$104–105), WTI naik sekitar 3% (sekitar US$98–99).
– Gangguan pasokan lewat Hormuz menjaga risiko inflasi dan ketatnya pasokan energi global.
– Ekspektasi gangguan memanjang: Aramco sebut normalisasi bisa 2027; survei Goldman lihat disrupsi melewati akhir Juni.
– Sinyal Pasar fisik menguat: prompt spread backwardation sekitar US$4/barel dan volume transaksi awal sesi melonjak.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan Instrumen Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
analisis fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.
