Analisis Brent Tembus US$100, Hormuz Macet dan Pesan Trump Picu Reli Minyak - Data Pasar 2026-03-12

Analisis Brent Tembus US$100, Hormuz Macet dan Pesan Trump Picu Reli Minyak - Data Pasar 2026-03-12

Brent Tembus US$100, Hormuz Macet dan Pesan Trump Picu Reli Minyak

Harga Minyak kembali melonjak dan membawa Brent mendekati US$100 per barel ketika kekacauan pengapalan akibat perang Iran makin intens, sementara Presiden AS Donald Trump menegaskan prioritasnya menghentikan Iran memiliki senjata nuklir—bukan menahan harga Minyak. Brent sempat melesat lebih dari 10% ke US$101,59 sebelum memangkas kenaikan, lalu kembali menguat.
Trump menulis di Truth Social bahwa AS “menghasilkan banyak uang” ketika harga Minyak naik dan menyebut isu nuklir Iran “jauh lebih penting” baginya. Pasar sempat mendapat jeda setelah laporan bahwa Pemerintah AS menyiapkan waiver 30 hari untuk Jones Act agar tanker asing dapat membantu memasok kilang di Pantai Timur dari Pantai Teluk dan wilayah lain, sebagai upaya menahan lonjakan harga.
Namun, tekanan pasokan tetap dominan. Pemimpin tertinggi baru Iran mengatakan Selat Hormuz seharusnya tetap ditutup, sementara Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan pengawalan militer kemungkinan baru dimulai pada akhir bulan. Iran meningkatkan serangan terhadap kapal dan pelabuhan di Teluk Persia, memperlebar ancaman ke rantai pasok energi dan menutupi dampak pelepasan cadangan darurat yang sudah disetujui.
International Energy Agency memperingatkan gangguan pasokan saat ini adalah yang terbesar dalam sejarah Pasar Minyak global. Penutupan efektif Hormuz—jalur bagi sekitar seperlima arus Minyak dunia—memaksa produsen Teluk memangkas output, sementara gas alam dan produk seperti diesel ikut melonjak. Di Asia, kilang China mulai membatalkan kargo ekspor bahan bakar, setelah sebelumnya diminta berhenti meneken kontrak baru.
Goldman Sachs memperingatkan harga Minyak berpotensi melampaui puncak 2008 jika arus Hormuz tetap tertekan hingga Maret, sementara pelaku Pasar menilai pelepasan cadangan tidak sebanding dengan gangguan sekitar 20 juta barel per hari dari penutupan selat. Pada pembaruan harga, WTI April naik 10% ke US$96,07 dan Brent Mei naik 9,7% ke US$100,88. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id

Analisis Komprehensif Pasar Minyak

Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.

Faktor Penentu Harga Minyak

  • Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
  • Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
  • Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
  • Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam Software Trading dan Portofolio Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.