
Perak Naik ke Area $87, Tarif & Iran Picu Safe Haven
Harga Perak (XAG/USD) melanjutkan Penguatan untuk hari keempat beruntun dan diperdagangkan di sekitar $87,10–$87,50 per troy ounce pada sesi Asia Senin. Kenaikan ini terutama ditopang arus safe haven karena Pasar kembali gelisah oleh ketidakpastian Tarif global.
Pemicu utama datang dari dinamika kebijakan dagang AS. Setelah Mahkamah Agung AS membatasi kewenangan Tarif “resiprokal”, Presiden Donald Trump merespons dengan rencana menaikkan Tarif impor global menjadi 15% dari 10%. Sikap ini menambah tanda tanya investor soal langkah berikutnya, sehingga aset lindung nilai seperti logam mulia kembali diburu.
Efeknya merembet ke negosiasi dagang internasional. India dilaporkan menunda pembicaraan dagang dengan AS karena ketidakpastian aturan Tarif pasca putusan pengadilan, sementara beberapa pejabat Eropa mengevaluasi ulang komitmen dagang dan menunggu kejelasan terkait keberlanjutan perjanjian yang sudah ada.
Selain faktor Tarif, ketegangan geopolitik di Timur Tengah ikut memperkuat sentimen defensif. Walau jalur diplomasi AS–Iran masih berjalan, Trump tetap membuka opsi serangan militer terbatas bila pembicaraan nuklir gagal, sehingga selera risiko melemah. Perak diuntungkan karena posisinya unik: selain aset defensif, Perak juga punya sisi industri, yang membuatnya cepat menarik minat saat Pasar mencari perlindungan tapi tetap mengejar peluang. (asd)
Sumber : Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam Analisis Trading dan Strategi Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.
