PT. BESTPROFIT FUTURES MEDAN — Nilai tukar rupiah dibuka berada di posisi Rp16.186 per dolar AS pada Kamis (25/4). Mata uang Garuda melemah 32 poin atau minus 0,19 persen dari perdagangan sebelumnya.

Mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak di zona merah. Tercatat, won Korea Selatan melemah 0,55 persen, peso Filipina pun 0,55 persen, dan baht Thailand minus 0,13 persen.

Kemudian ringgit Malaysia melemah 0,14 persen dan yen Jepang melemah 0,03 persen. Di sisi lain, dolar Singapura menguat 0,08 persen dan dolar Hong Kong menguat 0,03 persen. Sementara yuan China terpantau mandek.

Sedangkan, mayoritas mata uang di negara maju menguat. Tercatat, dolar Australia menguat 0,12 persen, euro Eropa menguat 0,06 persen, franc Swiss menguat 0,09 persen dan dolar Kanada menguat 0,05 persen. Hanya poundsterling Inggris yang melemah 0,01 persen.

Analis pasar uang Lukman Leong memperkirakan rupiah akan melemah terhadap dolar AS yang rebound setelah data penjualan barang tahan lama (durable goods) yang lebih tinggi dari perkiraan.

“Investor juga mengantisipasi data ekonomi PDB AS yang akan dirilis malam ini,” kata dia.

Berdasarkan sentimen di atas, ia pun memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp16.100 sampai Rp16.250 per dolar AS pada hari ini.