PT. BESTPROFIT FUTURES MEDAN — Nilai tukar rupiah bertengger di Rp15.874 per dolar AS pada Selasa (31/10) pagi. Mata uang Garuda menguat 16 poin atau 0,10 persen dari posisi sebelumnya.
Mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak bervariasi. Tercatat won Korea Selatan menguat 0,27 persen, peso Filipina menguat 0,15 persen, dan ringgit Malaysia menguat 0,10 persen.

Di sisi lain, baht Thailand melemah 0,07 persen, dolar Singapura minus 0,05 persen, yen Jepang minus 0,24 persen, yuan China melemah 0,08 persen, dan dolar Hong Kong minus 0,06 persen.

Sementara mata uang negara maju kompak bergerak di zona merah. Tercatat poundsterling Inggris melemah 0,11 persen, dolar Australia minus 0,14 persen, euro Eropa minus 0,04 persen, dan dolar Kanada minus 0,06 persen.

Analis pasar uang Lukman Leong memperkirakan rupiah akan menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi oleh data manufaktur Fed Dallas lemah.

“Namun penguatan mungkin akan terbatas setelah data China yang baru saja dirilis menunjukkan aktivitas manufaktur yang lebih lemah dari harapan,” kata Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Berdasarkan sentimen tersebut, ia pun memproyeksikan rupiah bergerak menguat di kisaran Rp15.800 sampai Rp15.900 per dolar AS pada hari ini.